Monday, 26 September 2016
SANDISK KELUARKAN KARTU MEMORI (SD CARD) SEBESAR 1TB
Monday, 14 September 2015
Posko BPBD Kota Samarinda
1. Posko 1 Jl. Mulawarman No. 14 Tlp. 113 - 742493
2. Posko 2 Jl Wahid Khasim 0541-220767
3. Posko 3 Jl. Rawa Indah
4. Posko 4 Jl. Untung Surapati Sungai Kunjang Tlp. 0541- 273313
5. Posko 5 Jl. Sultan Hasanudin Samarinda Seberang Tlp. 0541-262150
6. Posko 6 Jl. Palaran Tlp. 0541-681779
7. Posko 7 Jl. Raya Bontang Kebun Raya
8. Posko 8 Jl. Sambutan
9. Posko 9 Jl. Cipto Mangunkusumo Loajanan Ilir Tlp. 0541-260035
10. Posko 10 Jl. Loabakung
Saturday, 12 September 2015
Kebakaran Kembali Melanda Kota Samarinda di Jl. Untung Surapati, Sungai Kunjang
SAMARINDA
Si jago merah kembali melahap pemukiman warga, kali ini terjadi di Jl. Untung Suropati, Rt. 25 Sungai Kunjang Samarinda, Jumat (11/9/2015).
Api mulai berkobar pukul 21.30 Wita dan dugaan sementara menghanguskan 16 rumah, Petugas pemadam kebakaran segera memadamkan api, pasalnya lokasi kebakaran tepat di samping SPBU Sungai kunjang.
BPBD Kota Samarinda mengerahkan kurang lebih 10 mobil Damkar untuk membantu menjinakan kebakaran di pemukiman warga di Bantu Jajaran Balakarcana, PMK Swasta dan para Relawan Kebakaran.
Sekitar pukul 11.00 Wita Kobaran api yang melahap pemukiman warga di Jl. Untung Surapati Kecamatan Sungai Kunjang dapat dikuasai sepenuhnya oleh petugas Damkar gabungan Kota Samarinda.
Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa dan kerugian ditaksir ratusan juta untuk penyebab Kebakaran masih dalam penyelidikan dari kepolisian.
Friday, 11 September 2015
Kabut Asap di Samarinda Katagori Waspada
SAMARINDA
Kebakaran lahan yang memunculkan kabut asap pekat kian parah terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Sepekan terakhir kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga khususnya penduduk di Kota Samarinda.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Kota Samarinda Sutrisno menyebutkan, saat ini kondisi asap di Kota Samarinda sudah mendekati level 200 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini sudah masuk dalam situasi waspada.
Jika kabut asap melebihi 250 mikro gram per meter kubik, kondisi udara di Kota Samarinda sudah tidak sehat,” kata Sutrisno, Jumat (11/9/2015).
Dia menambahkan, berdasarkan data dari sejumlah citra satelit, selalu ada penambahan titik api di berbagai tempat di Kaltim. Hal ini tentu berdampak pada makin pekatnya asap.
“Titik api paling banyak berada di Selatan Pulau Kalimantan. Sementara arah angin bertiup ke utara hingga timur laut menuju Kaltim,” katanya.
Sutrisno memprediksi, kabut asap akan semakin pekat karena musim kemarau akibat fenomeno El Nino baru akan berakhir pada November 2015. Bahkan, puncak musim kemarau akan terjadi pada Oktober 2015 mendatang.
“Ada peningkatan hot spot dari hari ke hari. Padahal ini belum puncak musim kemarau,” pungkasnya.
Penemuan Orok di Sungai Mahakam Samarinda
Sekitar pukul 07.15 Wita (11/09/2015) ditemukan jasad orok di tepian sungai Mahakam Jl. Gajah Mada Samarinda, informasi penemuan dari Masyarakat sekitar yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti, jasad orok tersebut selanjutnya dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan visum.
Monday, 7 September 2015
Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan Terbakar
Sunday, 6 September 2015
Potongan Kerangka Mirip Bayi Ditemukan di Antara Pipa Proyek Jembatan Kembar Samarinda
Warga Samarinda kembali dihebohkan dengan penemuan potongan kerangka balita, Di lapangan Sepak Bola Jl Slamet Riyadi Karang Asam,Minggu (6/9/2015) petang.
Potongan kerangka manusia yang diduga masih balita ini ditemukan di antara tumpukan pipa proyek oleh sekolompok anak yang sedang asyik bermain bola .
Penemuan Potongan kerangka ini sontak menyita perhatian sejumlah warga yang melewati jalan tersebut, hingga membuat arus Jalan Selamet Riyadi macet total akibat banyaknya warga yang ingin menyaksikan langsung penemuan kerangka Balita ini.
Demi kepentingan penyidikan pihak kepolisian kerangka balita inipun akhirnya di bawah ke RSUD AW Syahrani dengan menggunakan ambulance milik PMI.
Kebakaran Komplek Citra Niaga Ruko Hadi Fajar Samarinda
Puting Beliung Menyapu Rumah Warga di Perkampungan Atas Air Bontang
Saturday, 5 September 2015
UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN
Unsur ini hanya berperanan pada musim kemarau, terutama kemarau panjang.Erat kaitannya dengan sumber panas adalah sumber api. Umumnya disepakati bahwa 90% sumber api yang mengakibatkan kebakaran hutan berasal dari manusia sedangkan selebihnya berasal dari alam.
- Yang diselenggarakan dengan cara sengaja, dalam kaitannya dengan perladangan, penggembalaan ternak, persiapan penanaman (perkebunan, kehutanan) dll.
- Yang tidak disengaja, seperti obor, puntung rokok dll
- Faktor alam, misalnya api yang timbul karena terjadi petir, meletusnya gunung berapi dan api abadi.
Bahan bakar merupakan faktor yang paling dominan sebagai penyebab kebakaran hutan.Kaitannya dengan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, berikut adalah hal-hal yang perlu mendapat perhatian.
Hutan Primer.
Mudah terbakar meski tidak kemarau panjang, namun karena bahan bakarnya
sedikit, api tidak sehebat pada kebakaran hutan gambut maupun bekas tebangan
2. Kerusakan lingkungan
3. Asap.
- Pemantauan Kondisi Rawan Kebakaran Hutan.
Kondisi rawan yang dimaksud yang paling mudah dicirikan dengan adanya penumpukan bahan-bahan yang mudah terbakar didalam hutan terutama pada musim kemarau. Biasanya tumpukan bahan-bahan ini mudah dijumpai di areal bekas tebangan,areal hutan yang dirambah, areal yang dipersiapkan untuk ladang, kebun atau pemukiman transmigrasi. Cara lainnya yang lebih kompleks adalah dengan menggunakan Indeks Kekeringan Keetch/Bryam. - Melakukan Penjagaan, Patroli dan Pengawasan di Hutan yang Rawan Kebakaran
Patroli dan Pengawasan dilakukan pada musim kemarau di kawasan hutan atau di daerah yang hutannya berbatasan langsung dengan daerah pemukiman atau lahan pertanian masyarakat oleh petugas yang fungsinya mengamankan hutan. - Mempersiapkan Tenaga dan Peralatan Pemadam Kebakaran Hutan
- Mendeteksi Secara Dini Kebakaran Hutan
- Mendirikan menara pengawas kebakaran dengan jangkauan pandang cukup jauh, dilengkapi dengan sarana deteksi (teropong, range finder) dan sarana telekomunikasi.
- Patroli secara periodik, dengan frekwensi lebih meningkat pada musim kemarau
- Membangun dan mendayagunakan pos-pos jaga pada jalan masuk, jalan pengawasan areal tanaman dan disekitar kawasan yang berbatasan dengan penduduk atau lahan usaha.
- Memanfaatkan informasi penerbangan, data cuaca dan data satelit pada areal Kawasan Hutan.
Peringatan Bahaya Kebakaran
2) Masyarakat yang bermukim disekitar hutan
3) Kontraktor penyiapan lahan/pekerja penyiapan lahan kebun atau hutan tanaman.
2) Anggota Pramuka
3) para pelajar dan mahasiswa.
D.TINDAKAN SAAT TERJADI KEBAKARAN ANTARA LAIN :
1. Pemadaman kebakaran hutan secara langsung
2. Mencari penyebab terjadinaya kebakaran hutan
3. Mengerahkan bantuan dalam bentuk tenaga masyarakat, peralatan dan apabila terjadi kebakaran besar dapat mengajukan bantuan ke instansi pusat.
E. KEADAAN SETELAH TERJADI KEBAKARAN, ANTARA LAIN :
2. Menghitung kerugian secara ekonomis dan ekologis
3. Rehabilitasi penanaman kembali areal bekas kebakaran
III. PENUTUP
Upaya pencegahan kebakaran hutan merupakan upaya yang kompleks, terdiri dari upaya teknis untuk mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan serta penyuluhan kepada masyarakat. Dalam menghadapi maslaah kebakaran hutan, upaya pencegahan kebakaran sangat penting artinya, disamping penerapan sanksi kepada yang bersalah melakukan kegiatan yang menimbulkan kebakaran hutan. Semua kegiatan dalam rangka mencegah kebakaran hutan perlu dilakukan secara terus menerus karena kemungkinan terjadinya kebakaran selalu ada.

