Selamat Datang di Blog Pribadi JUNIANSYAH - Memberikan Informasi Umum Aktual Tajam dan Terpercaya'

Friday, 5 June 2015

TIPS CARA MENGATASI KEJANG-KEJANG PADA ANAK

Biasanya kejang atau step terjadi pada anak yang daya tahan tubuhnya menurun. Ketika daya tahan tubuh si anak menurun maka akan rentan terserang penyakit. Ketika terserang penyakit maka sistem imun pada tubuh anak akan melakukan perlawanan dan mengakibatkan suhu tubuh menjadi meningkat.

Toleransi tiap anak pada meningkatnya suhu tubuh berbeda-beda, tapi kebanyakan pada range 38-40 derajat Celcius. Bila melewati batas toleransinya maka anak akan mengalami kejang. Saat suhu tubuh meningkat maka oksigen akan mudah menguap. Hal ini akan membuat anak mengalami kesulitan dalam bernafas sehingga asupan oksigen ke otak terhambat.

Dengan minimnya oksigen ke otak inilah yang membuat otak bekerja tidak sempurna sehingga mengalami konslet atau kejang. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kejang-kejang pada anak.
1. Pilek
2. Radang Tenggorokan
3. Diare
4. Muntaber
5. Keturunan

Ciri-ciri Kejang Pada Anak
1. Bola mata melihat ke atas kening.
2. Kedua tangan dan kaki menjadi kaku dan disertai gerakan kejut.
3. Gigi antara rahang bawah dan atas terkatup.
4. Kadang-kadang disertai dengan muntah dan nafas terhenti sejenak.
5. Apabila sudah parah biasanya disertai dengan tidak sadarkan diri.
6. Kejang yang terjadi biasanya hanya selama 5 menit, namun jika terjadi lebih lama dari 15 menit maka sudah termasuk membahayakan sebab dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Cara Mengatasi Kejang-kejang Pada Anak
1. Jangan Panik, pindahkan anak ke tempat yang aman seperti kasur dan lantai dan jauh dari benda-benda yang berbahaya.
2. Segera longgarkan pakaiannya dan lepas semua yang menghambat saluran pernafasan sang anak.
3. Miringkan tubuhnya karena umumnya akan mengeluarkan air liur dari mulut yang diakibatkan produksi air liur berlebih sebab syaraf yang mengatur kelenjar air liur tidak terkontrol lagi. Hal ini bertujuan agar cairan langsung keluar sehingga tidak menggenang di mulut dan menghambat saluran pernafasan.
4. Kompres dengan kain yang telah direndam dengan air hangat dan hindari menggunakan air dingin apalagi air es sebab dapat menyebabkan benturan karena perbedaan suhu yang signifikan dan tentunya ini tidak baik.
5. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut sang anak selama kejang berlangsung termasuk memberinya obat-obatan.
6. Gunakan obat penghilang kejang yang disarankan oleh dokter. Obat ini diberikan kepada anak melalui anus. Obat penghilang kejang yang beredar di pasaran adalah Stesolid.
7. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat. Hal ini bertujuan agar otak tidak terlalu lama tidak mendapat oksigen karena dapat mengganggu otak sang anak. Pencegahan Kejang-kejang Pada Anak Kejang-kejang pada anak merupakan hal yang tidak baik sebab dapat merusak sel otak pada anak. Oleh karena itu kita harus melakukan pencegahan sebab jika anak sekali mengalami kejang maka ada kemungkinan akan terulang kembali.

1. Segera beri obat penurun panas jika anak terasa mulai mengalami demam. Perbandingan obat yang bisa anda berikan adalah 10 miligram per 1 kg berat anak. Sebagai acuan, satu sendok takar sirup adalah 100 miligram.

2. Segera kompres menggunakan air hangat, jangan air dingin. Insya Allah panas anak akan menurun.

3. Hal yang paling penting adalah menjaga agar suhu badan anak tidak melebihi 37.5 derajat Celcius, sebab jika telah mencapai 38 derajat atau lebih maka kemungkinan besar bisa terjadi kejang. Jadi harus sang anak harus selalu dalam pengawasan anda.

4. Agar penanganannya lebih profesional sebaiknya periksakan anak anda ke dokter.

Mengatasi Step / Stuip / Kejang Demam Pada Bayi Dan Balita

Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit. Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrillis) atau stuip/step. Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi.

Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih. SEGERA BAWA KE DOKTER Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam. Setelah itu,jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang. “Sebagai pertolongan pertama, tak usah membawanya langsung ke rumah sakit lengkap yang letaknya relatif lebih jauh karena bisa-bisa si kecil mendapat risiko yang lebih berbahaya akibat lambat mendapat pertolongan pertama.” Selain itu, jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental.

Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Jadi, kalau kejang itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan sel-sel yang rusak pun akan semakin banyak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal. Bahkan beberapa kasus kejang demam bisa menyebabkan epilepsi pada anak. Yang tak kalah penting, begitu anaknya terkena kejang demam, orang tua pun mesti ekstra hati-hati. Soalnya, dalam setahun pertama setelah kejadian, kejang serupa atau malah yang lebih hebat berpeluang terulang kembali.

Untuk mengantisipasinya, sediakanlah obat penurun panas dan obat antikejang yang telah diresep-kan dokter anak. Meski begitu, orang tua jangan kelewat khawatir. Karena dengan penanganan yang tepat dan segera, kejang demam yang berlangsung beberapa saat umumnya tak menimbulkan gangguan fungsi otak. CIRI-CIRI KEJANG Tentu saja dalam hal ini orang tua harus bisa membaca ciri-ciri seorang anak yang terkena kejang demam.

Di antaranya: kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas gigi terkatup muntah tak jarang si anak berhenti napas sejenak. pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.

TIPS ATASI KEJANG DEMAM Berikut beberapa penjelasan tentang kejang dan demam pada anak: . Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut/telinga menunjukkan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak.Sebelum semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. . Orang tua jangan begitu gampang mengatakan seorang anak demam atau tidak hanya dengan menempelkan punggung tangannya di dahi anak. Cara ini jelas tidak akurat karena amat dipengaruhi oleh kepekaan dan suhu badan orang tua sendiri.

Termometer air raksa diyakini merupakan cara yang paling tepat untuk mengukur suhu tubuh. Pengukuran suhu tubuh akan lebih akurat bila termometer tersebut ditempatkan di rongga mulut atau rektum/anus dibanding ketiak. Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah. Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Penggunaan alkohol amat berpeluang menyebabkan iritasi pada mata dan intoksikasi/keracunan. Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh.

Turunnya suhu ini diharapkan terjadi karena panas tubuh digunakan untuk menguapkan air pada kain kompres. Penurunan suhu yang drastis justru tidak disarankan. Jangan coba-coba memberikan aspirin atau jenis obat lainnya yang mengandung salisilat karena diduga dapat memicu sindroma Reye, sejenis penyakit yang tergolong langka dan mempengaruhi kerja lever, darah, dan otak. Setelah anak benar-benar sadar, bujuklah ia untuk banyak minum dan makan makanan berkuah atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bisa berupa jus, susu, teh, dan minuman lainnya.

Dengan demikian, cairan tubuh yang menguap akibat suhu tinggi bisa cepat tergantikan. Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja. YANG BISA DILAKUKAN ORANG TUA Segera beri obat penurun panas begitu suhu tubuh anak melewati angka 37,5 C. Kompres dengan lap hangat (yang suhunya kurang lebih sama dengan suhu badan si kecil). Jangan kompres dengan air dingin, karena dapat menyebabkan “korsleting”/benturan kuat di otak antara suhu panas tubuh si kecil dengan kompres dingin tadi. Agar si kecil tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada dekat anak.

Tak perlu menahan mulut si kecil agar tetap terbuka dengan mengganjal/menggigitkan sesuatu di antara giginya. . Miringkan posisi tubuh si kecil agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya. Jangan memberi minuman/makanan segera setelah berhenti kejang karena hanya akan berpeluang membuat anak tersedak. KEJANG TANPA DEMAM Penyebabnya bermacam-macam. Yang penting, jangan sampai berulang dan berlangsung lama karena dapat merusak sel-sel otak. Menurut dr. Merry C. Siboro, Sp.A, dari RS Metro Medical Centre, Jakarta, kejang adalah kontraksi otot yang berlebihan di luar kehendak. “Kejang-kejang kemungkinan bisa terjadi bila suhu badan bayi atau anak terlalu tinggi atau bisa juga tanpa disertai demam.”

Kejang yang disertai demam disebut kejang demam (convalsio febrilis). Biasanya disebabkan adanya suatu penyakit dalam tubuh si kecil. Misal, demam tinggi akibat infeksi saluran pernapasan, radang telinga, infeksi saluran cerna, dan infeksi saluran kemih. Sedangkan kejang tanpa demam adalah kejang yang tak disertai demam. Juga banyak terjadi pada anak-anak. BISA DIALAMI SEMUA ANAK Kondisi kejang umum tampak dari badan yang menjadi kaku dan bola mata berbalik ke atas. Kondisi ini biasa disebut step atau kejang toniklonik (kejet-kejet).

Kejang tanpa demam bisa dialami semua anak balita. Bahkan juga bayi baru lahir. Umumnya karena ada kelainan bawaan yang mengganggu fungsi otak sehingga dapat menyebabkan timbulnya bangkitan kejang. Bisa juga akibat trauma lahir, adanya infeksi-infeksi pada saat-saat terakhir lahir, proses kelahiran yang susah sehingga sebagian oksigen tak masuk ke otak, atau menderita kepala besar atau kecil. Bayi yang lahir dengan berat di atas 4.000 gram bisa juga berisiko mengalami kejang tanpa demam pada saat melalui masa neonatusnya (28 hari sesudah dilahirkan). “Ini biasanya disebabkan adanya riwayat ibu menderita diabetes, sehingga anaknya mengalami hipoglemi (ganggguan gula dalam darah). Dengan demikian, enggak demam pun, dia bisa kejang.”

Selanjutnya, si bayi dengan gangguan hipoglemik akibat kencing manis ini akan rentan terhadap kejang. “Contohnya, telat diberi minum saja, dia langsung kejang.” Uniknya, bayi prematur justru jarang sekali menderita kejang. “Penderitanya lebih banyak bayi yang cukup bulan. Diduga karena sistem sarafnya sudah sempurna sehingga lebih rentan dibandingkan bayi prematur yang memang belum sempurna.” JANGAN SAMPAI TERULANG Penting diperhatikan, bila anak pernah kejang, ada kemungkinan dia bisa kejang lagi. Padahal, kejang tak boleh dibiarkan berulang selain juga tak boleh berlangsung lama atau lebih dari 5 menit. Bila terjadi dapat membahayakan anak. Masalahnya, setiap kali kejang anak mengalami asfiksi atau kekurangan oksigen dalam darah.

Setiap menit, kejang bisa mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak, karena terhambatnya aliran oksigen ke otak. Bayangkan apa yang terjadi bila anak bolak-balik kejang, berapa ribu sel yang bakal rusak? Tak adanya aliran oksigen ke otak ini bisa menyebakan sebagian sel-sel otak mengalami kerusakan. ”Kerusakan di otak ini dapat menyebabkan epilepsi, kelumpuhan, bahkan retardasi mental. Oleh karenanya, pada anak yang pernah kejang atau berbakat kejang, hendaknya orang tua terus memantau agar jangan terjadi kejang berulang. DIMONITOR TIGA TAHUN Risiko berulangnya kejang pada anak-anak, umumnya tergantung pada jenis kejang serta ada atau tidaknya kelainan neurologis berdasarkan hasil EEG (elektroensefalografi).

Di antara bayi yang mengalami kejang neonatal (tanpa demam), akan terjadi bangkitan tanpa demam dalam 7 tahun pertama pada 25% kasus. Tujuh puluh lima persen di antara bayi yang mengalami bangkitan kejang tersebut akan menjadi epilepsi. Harus diusahakan, dalam tiga tahun sesudah kejang pertama, jangan ada kejang berikut. Dokter akan mengawasi selama tiga tahun sesudahnya, setelah kejang pertama datang. Bila dalam tiga tahun itu tak ada kejang lagi, meski cuma dalam beberapa detik, maka untuk selanjutnya anak tersebut mempunyai prognosis baik.Artinya, tak terjadi kelainan neurologis dan mental. Tapi, bagaimana jika setelah diobati, ternyata di tahun kedua terjadi kejang lagi? “Hitungannya harus dimulai lagi dari tahun pertama.”Pokoknya, jangka waktu yang dianggap aman untuk monitoring adalah selama tiga tahun setelah kejang. Jadi, selama tiga tahun setelah kejang pertama itu, si anak harus bebas kejang.

Anak-anak yang bebas kejang selama tiga tahun itu dan sesudahnya, umumnya akan baik dan sembuh. Kecuali pada anak-anak yang memang sejak lahir sudah memiliki kelainan bawaan, semisal kepala kecil (mikrosefali) atau kepala besar (makrosefali), serta jika ada tumor di otak. RAGAM PENYEBAB “Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan,” penjabarannya satu per satu di bawah ini. * Kelainan neurologis Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang.

Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia). * Bukan neurologis Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan. * Faktor keturunan Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama. WASPADAI DI BAWAH 6 BULAN Orang tua harus waspada bila anak sering kejang tanpa demam, terutama di bawah usia 6 bulan, Karena kemungkinannya untuk menderita epilepsi besar.

Masalahnya, kejang pada anak di bawah 6 bulan, terutama pada masa neonatal itu bersifat khas. “Bukan hanya seperti toniklonik yang selama ini kita kenal, tapi juga dalam bentuk gerakan-gerakan lain. Misal, matanya juling ke atas lalu bergerak-gerak, bibirnya kedutan atau tangannya seperti tremor. Dokter biasanya waspada, tapi kalau kejangnya terjadi di rumah, biasanya jarang ibu yang ngeh.” Itulah sebabnya, orang tua harus memperhatikan betul kondisi bayinya. MENOLONG ANAK KEJANG Jangan panik, segera longgarkan pakaiannya dan lepas atau buang semua yang menghambat saluran pernapasannya. Jadi kalau sedang makan tiba-tiba anak kejang, atau ada sesuatu di mulutnya saat kejang, segera keluarkan. Miringkan tubuh anak karena umumnya anak yang sedang kejang mengeluarkan cairan-cairan dari mulutnya. “Ini sebetulnya air liur yang banyak jumlahnya karena saraf yang mengatur kelenjar air liur tak terkontrol lagi.

Kalau sedang kejang, kan, saraf pusatnya terganggu. Bukan cuma air liur, air mata pun bisa keluar.” Guna memiringkan tubuh adalah supaya cairan-cairan ini langsung keluar, tidak menetap di mulut yang malah berisiko menyumbat saluran napas dan memperparah keadaan. Jangan mudah percaya bahwa meminumkan kopi pada anak yang sedang kejang bisa langsung menghentikan kejang tersebut. “Secara medis, kopi tak berguna untuk mengatasi kejang.

Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan saat anak mengalami kejang, yang malah bisa menyebabkan kematian.” Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, jangan sampai otak kelamaan tak mendapat oksigen. “Usahakan lama kejang tak lebih dari tiga menit. Siapkan obat antikejang yang disarankan dokter bila anak memang pernah kejang atau punya riwayat kejang.” PENATALAKSANAAN Penatalaksaan kejang meliputi : 1. Penanganan saat kejang* Menghentikan kejang : Diazepam dosis awal 0,3 – 0,5 mg/kgBB/dosis IV (Suntikan Intra Vena) (perlahan-lahan) atau 0,4-0,6mg/KgBB/dosis REKTAL SUPPOSITORIA. Bila kejang belum dapat teratasi dapat diulang dengan dosis yang sama 20 menit kemudian. * Turunkan demam : Anti Piretika : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) diberikan 3-4 kali sehari. Kompres ; suhu >39º C dengan air hangat, suhu > 38º C dengan air biasa. * Pengobatan penyebab : antibiotika diberikan sesuai indikasi dengan penyakit dasarnya. * Penanganan sportif lainnya meliputi :

Bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, memberikan keseimbangan air dan elektrolit, pertimbangkan keseimbangan tekanan darah. 2. Pencegahan Kejang* Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO (Per Oral / lewat mulut) dan anti piretika pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam. * Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam vaproat 15-40 mg/KgBB/dosis PO (per oral / lewat mulut) dibagi dalam 2-3 dosis.

ANAK EPILEPSI HARUS KONTROL SETIAP 3 BULAN Mereka yang berisiko menderita epilepsi adalah anak-anak yang lahir dari keluarga yang mempunyai riwayat epilepsi. Selain juga anak-anak dengan kelainan neurologis sebelum kejang pertama datang, baik dengan atau tanpa demam. Anak yang sering kejang memang berpotensi menderita epilepsi. Tapi jangan khawatir, anak yang menderita epilepsi, kecuali yang lahir dengan kelainan atau gangguan pertumbuhan, bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Prestasi belajar mereka tidak kalah dengan anak yang normal. Jadi, kita tak perlu mengucilkan anak epilepsi karena dia bisa berkembang normal seperti anak-anak lainnya. “Yang penting, ia tertangani dengan baik. Biasanya kalau anak itu sering kejang, dokter akan memberi obat yang bisa menjaganya supaya jangan sampai kejang lagi.

Pergelangan Tangan Nyeri Karena Sindrom Terowongan Karpal

SINDROM TEROWONGAN KARPAL

Sindrom Terowongan Karpal (STK) bukanlah penyakit populer. Tapi bagi sebagian orang, terutama yang bekerja di kantor, yang setiap hari bekerja dalam posisi yang tetap, seperti menghadapi komputer, menulis ataupun yang kecanduan main game atau gadget, berpotensi terkenan STK ini.

Pada tangan bagian lengan, terdapat sebuah terowongan sempit, yang dibatasi oleh tulang karpal dan pada bagian atas tertutup oleh ligamen yang disebut ligamentum karpi transversum. Terowongan inilah yang disebut dengan terowongan karpal (Carpal Tunnel).

Pada bagian median terowongan karpal terdapat syaraf, yaitu syaraf medianus, yang mensyarafi lengan dan jari-jari tangan, baik sensorik maupun motorik. Selain itu syaraf medianus ini juga mensyarafi otot ibu jari.

Yang dimaksud dengan Sindrom Terowongan Karpal adalah adanya gangguan syaraf, berupa syaraf medianus yang tertekan yang mengakibatkan gejala kebas, mati rasa, juga kesemutan dan nyeri. Gejala ini timbul pada daerah pergelangan tangan yang meliputi jari-jari tangan dan ibu jari.

Penyebab dari sindrom terowongan karpal ini adalah pergerakan yang berulang-ulang dalam waktu lama. Gerakan berulang ini menyebabkan terjadinya penebalan pada ligamentum karpi transversum, yang kemudian menekan syaraf medianus. Penebalan ligamentum kasrpi transversum juga mengganggu aliran darah vena sehingga terjadi edema epineural. Apabila dibiarkan, dapat terjadi fibrosis epineural yang merusak serabut saraf. Semakin lama syaraf menjadi atrofi dan digantikan oleh jaringan ikat yang mengakibatkan fungsi syaraf medianus terganggu secara menyeluruh.

Selain gerakan berulang, sindrom ini juga bisa terjadi akibat getaran yang dirasakan dalam jangka waktu lama. Karena itu, orang yang bekerja dengan menggunakan tangannya terus menerus, seperti mengetik menggunakan komputer, main gadget, orang yang memasak ataupun orang yang bekerja dengan mesin bor, potensial menderita sindroma ini.

Dibanding dengan pria, wanita lebih rentan menderita sindrom ini. Dan asal tahu saja, pada saat bulan puasa, jumlah wanita penderita sindroma terowongan karpal ini meningkat. Sebabnya adalah banyak ibu-ibu yang bangun pagi dan memasak untuk makan sahur. Begitu kegiatan memasak ini dilakukan terus menerus selama sebulan dan menyebabkan gangguan syaraf di terowongan karpal.

OBAT TEPAT SINDROM TEROWONGAN KARPAL

Tidak semua sindroma terowongan karpal memerlukan interensi obat. Untuk gejala uyang ringan, cukup dengan menggunakan splint atau alat pelindung gerak. Alat ini berfungsi untuk mengurangi gerakan menekuk sehingga mencegah gejala semakin memburuk. Selain itu alat ini juga mengurangi rasa nyeri dan pegal.

Hidroterapi, berupa perendaman pergelangan tangan dan jari dalam air panas juga dapat membantu untuk meningkatkan sirkulasi darah, membuang sisa metabolisme dan mempercepat penghilangan mediator nyeri. Caranya cukup mudah, cukup rendam dalam air panas kurang lebih selama 3 menit, kemudian rendam dalam air dingin selama 30 detik. Ulangi sebanyak 5 kali.

Untuk obat, dapat diberikan obat AINS seperti meloxicam (Mexpharm, Movi-Cox, Atrilox), Ketoprofen (Kaltrofen, Profenid, Pronalges) untuk mengurangi nyeri. Selain AINS, untuk mengurangi nyeri juga digunakan kortikosteroid yang disuntikkan langsung ke dalam terowongan karpal.

Sedangkan vitamin B kompleks (Forneuro, Neurobion, Nervitone, Neurosanbe) ataupun mecobalamin (Kalmeco, Meprobal, Lapibal, Methycobal) diperlukan untuk menjaga dan mengembalikan fungsi syaraf.

Karena dalam sindrom terowongan karpal juga terjadi edema, maka diuretik, seperti furosemif, dapat diberikan untuk mengeluarkan cairan.

Apabila terapi dan obat-obat di atas tidak cukup, maka alternstif berikutnya adalah operasi yang bertujuan untuk menghilangkan jepitan pada syaraf medianus.

Tapi dari pada mengobati, lebih baik mencegah bukan? Pencegahan dapat dilakukan dengan mengistirahatkan tangan selama menulis atau mengetik setiap 15-20 menit. Peregangan juga diperlukan agar otot-otot pergelangan
tangan tidak kaku dan suplai darah lancar. Dan yang terpenting adalah duduk pada posisi yang ergonomis sehingga tekanan pada tubuh akan seimbang dan tidak menimbulkan cidera.

Friday, 2 January 2015

Tambah Berat Badan Bayi Dengan Sisi Tajin

Kelompok mahasiswa Program Studi Teknik Boga Diploma Tiga Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan tajin untuk meningkatkan berat badan balita. "Tajin merupakan air yang berasal dari rebusan beras pada saat menanak nasi. Air itu mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga mampu menaikkan angka berat badan balita," kata ketua kelompok Wenny Rachmawati di Yogyakarta, Kamis (1/1). Menurut dia, tajin yang dibuat menjadi "susu" itu merupakan alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan berat badan dan gizi balita menjadi seimbang. "Susu tajin itu diberikan kepada balita yang mempunyai berat badan kurang dari normal. Asupan susu tajin cukup mudah, murah, dan terjangkau," katanya. Ia mengatakan pembuatan "susu" tajin cukup sederhana, bahan yang diperlukan adalah beras, air, gula pasir, gula jawa, garam, dan kompor untuk memasak.

Air tajin didapat dari cairan putih saat memasak nasi. "Cairan tersebut dituang ke dalam gelas kemudian ditambahkan sedikit garam dan gula jawa atau gula pasir agar berasa manis dan balita menyukainya," katanya. Menurut dia, air tajin juga mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan glukosa yang mempermudah penyerapan elektrolit sehingga sangat baik untuk mengatasi dehidrasi yang diakibatkan diare. Selain itu, air tajin juga mengandung poliglukosa yang dapat memadatkan feses sehingga cairan yang keluar bisa diminimalisasi. Ia mengatakan berat badan merupakan salah satu komponen untuk menghitung angka kecukupan gizi seseorang. Seorang ibu diharapkan mampu mengontrol asupan gizi yang diberikan kepada anaknya agar tidak terjadi kekurangan gizi.

Di daerah perdesaan masih ditemukan balita yang mempunyai berat badan kurang ideal atau kurang gizi, karena untuk mencukupi kebutuhan makan mereka saja susah apalagi memperhatikan asupan makanan apakah sehat dan layak dikonsumsi. "Orang tua tidak memikirkan itu, yang mereka pikir bahwa yang terpenting anaknya telah diberi makan. Banyak orang tua yang keberatan membeli susu formula karena mahal dan tidak terjangkau," katanya. Menurut dia, penggunaan "susu" tajin untuk meningkatkan berat badan balita telah dilakukan di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. "Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian pada Masyarakat (PKM-M) 2014," katanya. Anggota kelompok mahasiswa itu adalah Annisa Nur Fitriyani, Mei Dian Nurita Sari, dan Rias Ardianti

Evakuasi Korban Air Asia QZ8501

Sebanyak 10 jenazah korban pesawat Air Asia QZ-8501, berhasil dievakuasi oleh ke Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1/2014). Dari 10 jenazah tersebut, sebanyak dua jenazah dievakuasi dari KRI Yos Sudarso dan Kapal Baruna Jaya. Sementara, delapan jenazah dievakuasi dari kapal perang milik Amerika Serikat, USS Sampson.

Seluruh jenazah, kini telah dibawa ke RS Bhayangkara, pada pukul 17.33 WIB, menggunakan pesawat CN-295. Pantauan Warta Kota, delapan jenazah yang dibawa menggunakan helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat, sekira pukul 15.41. Jenazah dibawa secara bertahap masing-masing empat jenazah. Seluruh jenazah dibawa menggunakan ambulan, ke RS Imanudin untuk dilakukan pemeriksaan awal dan dimasukkan ke dalam peti jenazah. Tak lama kemudian, sekira pukul 17.40, sebanyak 10 jenazah dari RS Imanudin dibawa ke RS Bhayangkara, Surabaya, menggunakan pesawat CN-295. Direktur Operasi Basarnas Lanus Iskandar, Pangkalan Bun, Marsma SB Supriyadi, mengatakan, seluruh jenazah tersebut kini telah dibawa ke RS Bhayangkara.

Secepatnya kami bawa ke RS Bhayangkara, karena kondisi jenazah sudah mulai rusak," katanya. Namun, lanjutnya, sebenarnya masih terdapat empat jenazah lagi yang berada di kapal USS Sampson. "Jadi untuk hari ini, total terdapat 14 jenazah yang berhasil dievakuasi. Yang sudah sampai di Surabaya sebanyak 8 jenazah," katanya. Dengan demikian, total keseluruhan jenazah korban pesawat Air Asia QZ-8501, yang berhasil dievakuasi sebanyak 22 jenazah.

Thursday, 1 January 2015

Penemuan Pesawat #AirAsia QZ8501

Jejak pesawat nahas AirAsia QZ8501 akhirnya ditemukan. Puing-puing pesawat berikut jenazah ditemukan mengambang di perairan sebelah selatan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Semua bermula pada pukul 08.00 WIB, ketika pesawat C-295 TNI AU menemukan benda warna putih dari ketinggian laut.

Lalu pukul 10.05 WIB, pesawat tersebut kembali menemukan serpihan benda mengapung pada posisi 43 derajat. Kemudian pukul 11.30 WIB, pesawat C-130 TNI AU A 1319 menemukan potongan logam. Jam berganti jam, pencarian berujung pada penemuan jenazah korban.

Berikut detik-detik penemuan puing AirAsia QZ8501 seperti disampaikan Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo,

Selasa (30/12/2014): 10.05 WIB, pesawat C-295 TNI AU menemukan serpihan benda mengapung pada posisi 43 derajat

11.30 WIB, pesawat C-130 TNI AU A 1319 menemukan potongan logam

12.40 WIB, pesawat C-130 TNI AU menemukan emergency exit (pintu keluar darurat)

13.25 WIB, pencarian dilakukan untuk meyakinkan temuan itu. Dan saat itu, terlihat pula benda mengapung yang diduga salah satu jasad berikut beberapa serpihan

13.50-14.10 WIB, KRI Bung Tomo melihat benda terapung dan mengevakuasi serpihan yang diduga emergency exit

15.05 WIB, menyusul kemudian evakuasi terhadap 3 dari 6 jasad penumpang AirAsia QZ8501 yang juga ditemukan di dekat Selat Karimata.

Monday, 29 December 2014

Jaringan Advokasi Tambang Kaltim Demo di Balaikota Samarinda

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim melakukan aksi demonstrasi di Balaikota Samarinda, Senin (29/12/2014). Mereka menuntut keadilan Pemkot Samarinda terkait sembilan nyawa anak yang tewas di kolam bekas tambang selama ini. "Pemerintah tidak ada tindakan hukum bagi empat perusahaan yang memiliki lobang bekas tambang yang menelan sembilan nyawa anak. Ini bukti pemerintah tidak dapat menjamin keselamatan warga," jelas Ketua Jatam, Merah Johansyah, di Samarinda, Senin (29/12/2014). Merah mengatakan kasus yang dialami sembilan anak tersebut merupakan kejahatan pidana dan lingkungan hidup. Namun kejadian mulai dari 2011 hingga 2014 tidak ada tindakan dari pemerintah kota. (BACA: Bocah Korban Kolam Tambang Dimakamkan) "Pemerintah Kota bisa dihukum karena melakukan kelalaian dalam pengawasan pertambangan. Kami meminta ada perwakilan kota untuk memberikan kejelasan tentang tugas mereka sebagai pengawas," imbuhnya. Puluhan massa yang tergabung dalam Jatam melakukan aksi dengan membawa sejumlah foto anak-anak menjadi korban kolam bekas tambang yang tak kunjung ditutup. Puluhan polisi dan satpol pp tampak berjaga-jaga di tangga masuk Balaikota.

Sunday, 28 December 2014

ABG Putus Sekolah Tewas Tenggelam

Friday, 26 December 2014

Kebakaran di saat Natal 25 Desember 2014

SAMARINDA. Saat umat kristiani sedang menjalankan ibadah Natal Kamis (25/12) pagi kemarin, si jago merah justru berulah. Sekitar pukul 08.30 Wita, bangsalan tiga pintu di RT 21, Jalan Kurnia Makmur, Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir yang dihuni 11 jiwa tiba-tiba saja terbakar. Api baru dapat dipadamkan sekitar 30 menit kemudian atau sekitar pukul 09.00 Wita. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api bermula dari bagian atas bangsalan yang dihuni Sukadi (45).

Saat musibah ini terjadi, rumah sewaan yang dihuni empat orang itu dalam keadaan kosong. Melihat kobaran api yang semakin membesar warga pun panik dan melakukan berbagai cara untuk memadamkannya. Upaya keras warga tak membuahkan hasil. Api malah menjalar ke kamar kosong yang ada di sebelahnya. Melihat hal itu warga semakin panik dan terus berupaya menjinakkan si jago merah. "Apinya susah dipadamkan, karena rumah itu terbuat dari kayu," Sekitar 20 menit kemudian, seluruh kamar di bangsalan milik Sugio (58) itu sudah dikuasai si jago merah. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang datang ke lokasi kejadian tak dapat mendekati target lantaran letaknya yang berada di dalam gang sempit.

Menggunakan selang panjang, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Posko V Samarinda Seberang akhirnya berupaya menjinakkan si jago merah. Dibantu warga, usaha menjinakkan kebakaran sukses walau seluruh bagian bangunan sudah menjadi arang. "Alhamdullilah, apinya cepat dipadamkan. Kalau tidak bisa menjalar ke bangunan yang lain," tambahnya. Anggota Polsekta Samarinda Seberang yang mendapat informasi dari warga langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.

Hasilnya, diduga musibah yang membuat tiga keluarga kehilangan tempat tinggal ini akibat hubungan arus pendek. "Berdasarkan keterangan saksi mata serta penghuni bangsalan, diduga kebakaran ini akibat korsleting," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kapolsekta Samarinda Seberang Kompol Hari Widodo, Untuk memperjelas penyebab musibah ini, ia berencana memanggil beberapa saksi serta korban guna dimintai keterangan. Untuk sementara para korban mengungsi ke rumah para kerabatnya masing-masing. Sementara itu total kerugian materi akibat musibah ini ditaksir hingga Rp 500 juta

Wednesday, 17 December 2014

Seorang Bocah tenggelam di perairan sungai mahakam di daerah Loaduri Kukar

TENGGARONG. Dinginnya pagi, Senin (15/12) pukul 06.00 Wita tak membuat Ardiansyah (9), murid kelas 4 SD warga Desa Loa Duri Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar) untuk bermalas-malasan. Selesai merapikan diri, dia pun bergegas berangkat sekolah dengan ditemani ibu dan kakak perempuannya. Namun siapa sangka, pagi itu adalah pagi musibah baginya. Pasalnya, perahu bermesin yang dikemudikan sang paman bernama Sahruddin (35), mengantarkan ke sekolah dari Dusun Kutai Baru ke Loa Duri Ulu, mendadak tenggelam di Sungai Mahakam, setelah dihantam gelombang besar.“Di perahu bermesin itu ada pula sejumlah anggota keluarga korban. Tapi begitu perahu tenggelam, penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan korban diduga tenggelam dan sampai saat ini (kemarin sore, Red), masih belum ditemukan,” kata Kapolres Kukar AKBP Mukti Juharsa didampingi Kapolsek Loa Janan, AKP Andreas Nurcahyo W kepada harian ini. Para penumpang lain di perahu malang itu adalah Fitria (30), tak lain ibu kandung Ardiansyah dan kakak perempuannya, bernama Ismawati (18). Menurut Sahruddin, pagi itu perahu dikemudikannya bermaksud mengantarkan Ardiansyah ke sekolah dari kediaman sang nenek di Dusun Kutai Baru. Jarak tempuh perahu bermesin tersebut ke sekolah sekitar 15 menit. Tak ada tanda-tanda buruk saat perahu itu berangkat. Air sungai tenang, dan seisi perahu berbincang ceria. Sementara korban juga asyik mengobrol bersama kakak dan ibunya. Musibah datang saat sebuah kapal barang melintas.“Ketika perahu berada di pertengahan Mahakam, muncul sebuah kapal barang tanpa muatan berkecepatan tinggi. Sehingga menimbulkan gelombang besar menghantam perahu kami. Jadi semua penumpang tercebur. Tapi dia (Ardiansyah, Red) tidak muncul di permukaan sungai. Kemungkinan dia tenggelam setelah terseret arus sungai deras. Apalagi di lokasi itu banyak ulak atau pusaran air,” jelas Sahruddin. Begitu melihat perahu Sahruddin tenggelam setelah dihantam gelombang besar, sejumlah warga setempat langsung merapat. Hasilnya, Sahruddin, Fitria dan Ismawati berhasil diselamatkan. Sedangkan Ardiansyah tidak terlihat muncul ke permukaan sungai, mengingat korban bisa berenang, sehingga Fitria langsung cemas memikirkan nasib buah hatinya. “Begitu menerima informasi mengenai kecelakaan di Mahakam ini, kami segera bertolak ke lokasi kejadian untuk mencari korban. Sebanyak 40 petugas gabungan dikerahkan untuk mencari tubuh korban. Petugas itu dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kukar, Brimob Polda Kaltim, Polsek Loa Janan, Satpol PP Kukar dan Tagana Samarinda. Tapi sampai sore ini, belum ditemukan,” ujar Komandan Pleton (Danton) BPBD Kukar, Sudirman

Mobil Damkar Terbaru

Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki satu unit armada pemadam kebakaran canggih seharga Rp 17 miliar. Mobil yang dibeli oleh Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) ini dapat memadamkan api meski tanpa ada petugas di atas tangga. Mobil pemadam kebakaran modern yang dirakit dengan menggunakan Chassis Volvo dari Swedia resmi diserahkan pada Pemerintah Kota Banda Aceh di depan kantor Gubernur Aceh. Pada saat penyerahan, juga digelar demontrasi menyemprotkan air dari ketinggian sekitar 33 meter. Armada Damkar tersebut dilengkapi tangga lipat dan kamera CCTV sebagai water monitor di ujung tangga. Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, mengatakan, mobil pemadam kebakaran yang dibeli seharga Rp 17 militer tersebut dirancang dengan mengutamakan keselamatan operator dan korban dengan efektivitas yang sangat tinggi. Mobil ini merupakan yang tercanggih di Sumatera. "Yang sudah miliki mobil pemadam canggih seperti ini DKI Jakarta dan Banda Aceh," kata Zaini kepada wartawan, Rabu (17/12/2014). Armada Damkar tersebut memiliki spesifikasi mesin kendaraan 370 HP, 6X4R, 11000 CC, dan dilengkapi sistem komputerisasi canggih. Untuk material tangga dibuat dari baja berkekuatan tinggi yang diimpor dari Amerika. "Jadi selain bisa sebagai evakuasi di gedung tinggi juga bisa digunakan sebagai jembatan untuk keadaan darurat," jelasnya. Menurut Zaini, mobil pemadam tersebut juga dilengkapi pompa pemadam yang dibuat di Amerika dengan kapasitas pompa maksimal 5000 liter permenit dan berkekuatan semprot sampai 30 bar. Mobil ini dilengkapi dengan tangki air 1500 liter dan tangki foam 500 liter untuk pemadaman air dan busa. "Pada mobil canggih ini terdapat tangga yang dapat menjulur hingga mencapai titik api tanpa ada operator yang berada di dekat water monitor," ungkap gubernur. Sementara itu, Walikota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh saat ini masih membutuhkan mobil tangki untuk membantu mobil tangga tersebut. Hal itu karena kapasitas tangki Damkar seharga 17 miliar ini hanya 1.500 liter. "Mobil ini baru lengkap jika ada mobil tangki lagi. Tapi itu sudah kami sampaikan pada pak gubernur," kata Illiza.